Malang, Seruu.com - Manajemen Persema mengancam memecat Irfan Bachdim dari tim berjuluk Laskar Ken Arok itu karena mangkir dari pemusatan latihan (TC) di Batu, Malang, tanpa pemberitahuan apapun, baik kepada manajemen maupun pelatih Slave Radovski.
      

CEO Persema Didied Purnawan Affandi di Malang, Sabtu (07/1/2012), mengakui, sanksi tegas harus diterima Irfan jika terbukti mangkir dari latihan dan TC Persema di Batu.
        
"Irfan tidak bisa bersikap seenaknya karena dia terikat kontrak dengan Persema selama dua tahun. Apapun kegiatannya harus sepengetahuan manajemen," katanya.
        
Jika Irfan sudah di Malang, katanya, pihaknya akan memanggil pemain blasteran Indonesia-Belanda itu untuk mempertanggungjawabkan sikapnya yang mangkir dari TC Persema di Batu.
        
Selain terancam dicoret dari tim, katanya, Irfan juga harus rela dipotong gajinya sebagai denda sebesar satu juta rupiah per hari. Pemotongan gaji setiap pemain yang mangkir dari latihan itu sesuai perjanjian (kontrak).
        
Didied yang juga Pembantu Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB) itu mengatakan, di Persema tidak ada pemain bintang dan diistimewakan.
        
Siapapun yang tidak disiplin dan melanggar ketentuan kontrak, katanya, pasti akan disanksi.Sejak menjadi model iklan dan namanya melambung ketika memperkuat Timnas di Piala AFF 2010, catatan kedisiplinan Irfan Bachdim cukup memprihatinkan sebagai seorang atlet nasional. [ms]

Peraturan Komentar