Jakarta, Seruu.com - Komite Eksekutif (Exco) PSSI setelah reshuffle sepakat menolak permintaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digulirkan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). "Tidak ada alasan menggelar KLB seperti yang diminta. Sebab tidak satu pun pasal dalam Statuta PSSI maupun FIFA yang dilanggar, termasuk hasil Kongres Bali," tegas Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, seperti dikutip situs resmi PSSI, Rabu (11/1).

Kepastian penolakan tersebut diperoleh dalam sidang Exco PSSI di Hotel Crown Plaza, Jakarta, Selasa (10/1) malam. Dari tujuh Exco yang bertemu semuanya sepakat menolak permintaan KLB.

Menurut Djohar, jika saja organisasi yang ia pimpin melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan, bisa dipastikan AFC maupun FIFA tidak akan tinggal diam. Karena tidak melakukan pelanggaran, induk organisasi sepak bola dunia itu mendukung upaya PSSI.

"Sesuai statuta, penyelenggara KLB adalah PSSI dengan mendapat persetujuan dari Exco. Jadi tidak benar kalau pihak lain yang menggelar KLB. Harapan kami, semua ini segera diakhiri. Sebab masyarakat sudah muak. Yang terpenting bagaimana program bisa berjalan baik," tegasnya.

Hasil verifikasi dukungan untuk menggelar KLB yang disampaikan KPSI, Sekjen PSSI Tri Goestoro selaku ketua tim verifikasi menyampaikan, dari 460 berkas yang diterima, hanya 320 berkas yang lolos verifikasi.

"Jumlah ini menciut karena ditemukan ada 11 surat dukungan yang ganda, 80 suara tidak sah karena bukan anggota PSSI, serta adanya 49 tim dari Divisi Satu dan Divisi Dua yang memberikan pakta integritas terkait bantahan atas klaim dari KPSI," beber Tri.

Menurut Tri, sesuai data base yang ada melalui buku besar yang masih ditulis secara manual, anggota PSSI tercatat 588. Karena itu, dari hasil verifikasi tahap pertama yang dilakukan, bisa dipastikan tidak memenuhi persyaratan untuk menggelar KLB, yakni permintaan 2/3 dari jumlah anggota.

"Verifikasi tahap pertama ini belum kami dalami secara detail. Jadi kemungkinan berkurangnya dukungan dari 320 tersebut masih sangat terbuka," kata Tri. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
Peraturan Komentar