Mario Balotelli (AP)

Seruu.com - Manchester City kemungkinan akan menerima hukuman larangan bermain untuk delapan pertandingan yang dijatuhkan pada Mario Balotelli, setelah penyerang asal Italia tersebut dihukum karena menendang Scott Parker, saat City menang dramatis dari Tottenham Hotspur, Minggu.

Asisten manajer City, David Platt, memberi petunjuk kuat pada Selasa (25/1/2012), bahwa klub tidak ingin mengajukan banding terhadap Balotelli, namun menekankan bahwa keputusan akhir belum diambil.

Pemuncak klasemen Liga Utama Inggris tersebut memiliki waktu sampai pukul 18.00 GMT pada Rabu, untuk menentukan apakah mereka akan mengajukan banding terhadap Balotelli, menyusul tindakannya terhadap parker saat City menang 3-2 di Eastlands.

Bagaimanapun, Platt mengakui kalau rekaman video mengenai insiden tersebut tidak `terlihat bagus` dan berbicara mengenai `kesia-siaan` dari melakukan banding.

"Kami kelihatannya tidak diperkuat pemain itu (Balotelli) untuk empat pertandingan," kata Platt menjelang pertandingan kedua City di semifinal Piala Liga dengan Liverpool.

Balotelli akan absen pada pertandingan Piala Liga Rabu, jika City menerima hukuman tersebut, namun dapat bermain jika klub memutuskan untuk melakukan banding.

Bagaimanapun, upaya banding apapun akan membawa resiko penambahan hukuman pada poin-poin krusial di musim ini.

Platt menyatakan bahwa keputusan City kemungkinan dipengaruhi oleh kegagalan mereka dalam mengurangi hukuman empat pertandingan Vincent Kompany di awal bulan ini, setelah ia secara kontroversial diusir keluar lapangan saat menghadapi Manchester United di Piala FA.

"Saya tidak menganggap kalau siapapun berpikir bahwa kami akan memenangi banding dengan Vincent Kompany, bahkan meskipun mayoritas masyarakat tidak merasa kalau ia layak menerima kartu merah atau hukuman empat pertandingan. Itu kadang-kadang memperlihatkan kesia-siaan saat melakukan banding."

"Ini akan terlihat buruk ketika anda memperlambatnya," katanya mengacu pada insiden Balotelli. [ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
Peraturan Komentar