Mario Balotelli (AP)

Seruu.com - Mario Balotelli mempertimbangkan untuk meninggalkan Liga Primer Inggris bila perlakuan tidak adil dari wasit atau ofisial pertandingan terhadap dirinya terus berlanjut.

"Saya kira ia merasa dianiaya. Perlakuan ini, menurut Balotelli, tidak bisa diteruskan," kata Mino Raiola, agen Balotelli.

Balotelli dikenai sanksi asosiasi sepak bola Inggris (FA) larangan empat kali bertanding setelah ia sepertinya menginjak pemain Tottenham Hotspur, Scott Parker, dalam pertandingan hari Minggu (22/1/2012).

Kepada BBC, Raiola mengatakan sejak awal Balotelli telah berniat membantu Manchester City selama tiga atau empat tahun.

"Jika ia dilarang setiap tiga atau empat pertandingan, jelas hal seperti ini tidak bisa diteruskan. Perlakukan ini harus segera diakhiri," jelas Raiola.

"Kalau memang demikian keadaannya, di mana wasit dan FA ingin Balotelli meninggalkan Inggris, maka kami pun akan mempertimbangkan hal tersebut meski itu bukan menjadi keinginan kami," tandasnya.

Dengan ekstrem, Raiola kemudian seperti menilai kliennya selalu jadi korban di Inggris. Walhasil, ia mengancam akan menyarankan Balotelli untuk angkat kaki saja dari negara itu.

"Jika mereka menginginkannya pergi dari Inggris, mereka tinggal bilang saja kepadaku. Di Inggris sini mereka tak bermain sepakbola!"

"Mario belum muak dengan Inggris, tapi aku sudah muak. Kami tak ingin pergi dari Inggris tapi kami mesti memikirkannya jika mereka tidak melindunginya," ancam Raiola.

Sejak bergabung dari Inter Milan pada pertengahan 2010 Balotelli terlibat sejumlah kontroversi baik di dalam maupun di luar lapangan.

Ia tiga kali diusir dari lapangan, mengalami alergi rumput di Kiev, mencederai pemain cadangan City, dan bermain kembang api yang membuat rumahnya terbakar.

Soal insiden menginjak Parker, Raiola bersikukuh bahwa tidak ada niat dari Balotelli untuk sengaja melukai Parker.

"Ia tidak sengaja menginjak Parker. Ia jelas didorong sehingga kehilangan keseimbangan dan kemudian secara tidak sengaja menginjak Parker," kata Raiola.

Raiola menambahkan rekaman video mendukung klaimnya tersebut. [bbc/espn]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
Peraturan Komentar