Sir Alex Ferguson,

Seruu.com - Tak bisa dipungkiri kesuksesan Manchester United dalam beberapa dekade belakangan ini tak lepas dari peran Sir Alex Ferguson, manajer bertangan dingin yang telah membesut United 25 tahun lamanya dan memberikan segudang trofi bag United.

 

Seperempat abad diasuh Ferguson, Setan Merah berhasil menggondol 12 gelar Liga Primer Inggris, lima trofi Piala FA, dua titel Liga Champions, dan beberapa trofi lainnya.

Melihat catatan prestasinya yang begitu mentereng, Ferguson yakin bahwa tidak akan ada orang lain yang bisa mengikuti jejaknya memanajeri sebuah klub besar seperti United  dalam waktu hingga 25 tahun.

"Saya pikir tidak akan ada yang melakukannya. Saya adalah fenomena," ujarnya dalam sebuah  wawancara dengan The New York Times seperti diwartakan ESPNstar, Jumat (27/1/2012).

"Saya tentu saja melemah. Itu pasti. Saya lebih rapuh pada hari ini dibandingkan dengan 25 tahun yang lalu," kata pria yang baru-baru ini dianugerahi FIFA Presidential Award ini.

Fergie datang pertama kali ke Old Trafford tahun 1986 mengungkapkan siapa sosok terpenting di United. "Anda harus ingat bahwa orang yang paling penting di Manchester United adalah manajer," jawab Fergie.

Selain dikenal sebagai pelatih berkhasirma dan dikagumi, Fergie juga  dijuluki sebagai pelatih galak. Pelatih asal Skotlandia itu tak segan-segan mendepak pemain yang dianggapnya membangkang, sekalipun pemain itu berstatus bintang.

Kasus Gordon Strachan, Paul Ince, Jaap Stam, Dwight Yorke, David Beckham, Ruud van Nistelrooy, hingga Gabriel Heinze adalah buktinya.

"Saya mengatakannya ke para direktur 15 tahun yang lalu, mungkin lebih dari 15 tahun yang lalu: Anda harus ingat bahwa orang paling penting di Manchester United adalah manajer," tutur Fergie.

"Saat seorang pesepakbola lebih penting daripada manajer, maka klub Anda akan mati. Sejarah klub ini akan sia-sia," tambahnya.

"Saya adalah orang paling istimewa di Manchester United," pungkas pelatih yang pernah melayangkan sepatu ke arah Beckham tersebut. [espn/is[
 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
Peraturan Komentar