Jakarta, Seruu.Com - Ketua umum PSSI akhirnya menanggapi masalah industri sepak bola. Menurutnya, Indonesia saat ini baru belajar membangun sepak bola profesional.

Pada 2008 AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) memerintahkan klub-klub di Indonesia harus profesional. Itu sebagai syarat agar bisa mengikuti kompetisi profesional tingkat Asia.

"Kalau tidak bisa memenuhi perintah AFC itu sanksinya tiga tahun tidak boleh ikut event tingkat Asia," cetus Djohar, Selasa (31/1).

Akhirnya Indonesia diberi dispensasi tiga tahun dan deadline AFC itu jatuh pada 13 Oktober 2011.

Djohar menjelaskan, sebuah klub bisa disebut profesional bila memenuhi sedikitnya lima aspek, yaitu berbadan hukum, punya infrastruktur, sumber dana sendiri, manajemen profesional, serta suporting alias pembinaan usia dini.

Sementara itu, CEO Inter Milan Ernesto Paolillo mengatakan, sepak bola sudah menjadi industri yang terbesar kelima di dunia. Banyak pihak yang terlibat, mulai asuransi, dokter, pemain, industri hiburan, periklanan, dan sebagainya.

Menurut pria yang juga menjadi anggota komisi yang mengurusi financial fair play di UEFA, industri sepakbola pada dasarnya adalah mengatur sebuah perusahaan.

Menyangkut pembinaan usia dini di Inter Milan, menurut dia, sudah dimulai dari umur 6 tahun hingga U-19. Pembinaan usia dini sangat penting sehingga harus ditangani oleh pelatih yang spesialis.

Ernesto juga menjelaskan akademi Intermilan sama halnya dengan investasi di sektor keuangan. Pemain muda itu bisa ditingkatkan kemampuannya maupun dijual ke klub lain bila dibutuhkan. [ant]

Peraturan Komentar